Bunbun RiniEdisi Campur Sari

Pengalaman Membuat SKBN di RSUD Budhi Asih Jakarta

SKBN atau kepanjangan dari Surat Keterangan Bebas Narkoba ini merupakan surat sakti yang dibuat untuk membuktikan kalo kita tuh bebas dari penyalahgunaan /konsumsi narkoba, psikotropika maupun zat adiktif lainnya, dan biasanya digunakan untuk sebagai salah satu persyaratan dalam melamar pekerjaan baik negeri maupun swasta, juga program beasiswa.

Lalu Bagaimana cara mendapatkan SKBN tersebut ?
Nah, kali ini saya mau berbagi cerita  bagaimana caranya saya ngurus SKBN. Sebenernya ini udah pengalaman yang kedua,  saya bikin SKBN,  yang pertama Tahun 2016 lalu,  dan yang ini Tahun 2018 masih di RS yang sama,  yaitu RSUD Budhi Asih.
Langsung kepoin aja ya gaesss.  😁
Oiya sebelumnya saya kasih tau dulu nih persyaratan untuk membuat SKBN khususnya di RS Budhi Asih, yaitu :
1. E-KTP Asli (Karena ini kudu dan harus ada)
2. Uang Cash (Karena sampai saat ini belum bisa bayar debit)
3. Kaki yang sehat (karena pastinya akan disuruh mondar mandir kesana kemari,  dari lantai ke lantai dan dari gedung lama ke gedung baru)
5. Mempunyai banyak sabar (karena harus menunggu antrian dari banyaknya orang)
6. Tidak malu buat bertanya, karena malu bertanya sesat di rumah sakit. (Karena banyak lorong2 yang harus dilewati)
Hal pertama yang saya lakukan adalah datang sepagi mungkin, untuk menghidari antrian yang paling saya benci banget ini sebenernya.  Saya sampai ke RSUD Budhi Asih sekitar pukul 06.00 WIB, berangkat dari rumah nebengers sama pak suami yang jalan 05.15 WIB dari Srengseng Sawah. berhubung ini udah yang kedua kali nya,  jadi saya udah (agak) ga bingung lagi dong ya. Setelah masuk saya langsung menuju security yang lagi standby di mesin untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran. Trus saya bilang ke security,  mau buat SKBN,  di pencet tuh mesin oleh security tersebut menuju Poli MCU,  keluarlah nomor antrian,  saya dapet nomor urut antrian 4.
Setelah itu menunggu di depan loket pendaftaran,  karena loket nya baru dibuka pukul 06.30 WIB. Saat proses pendaftaran di loket,  kita ditanya sudah pernah kesini sebelumnya,  saya jawab sudah.  Lalu petugas meminta KTP asli kita untuk di verifikasi.
Setelah selesai petugas akan memberikan secarik kertas yang selanjutnya digunakan untuk bukti pembayaran ke Loket Pembayaran yang terletak di sebelah kanan meja pendaftaran , yang baru dibuka pukul 07.30 WIB, namun ternyata sebelum pukul 07.30 WIB loket pembayaran sudah dibuka, langsung segera saya bayarkan uang pendaftaran sebesar Rp. 15.000.
Setelah itu saya diarahkan untuk segera menuju lantai 7 di Poli MCU. Saat itu masih pukul 07.30 WIB, saya menunggu kurang lebih 30 menit,  karena baru dibuka pukul 08.00 WIB. Setelah Poli MCU dibuka,  saya ditanya lagi,  mau buat apa?  SKBN aja,  atau SKBN dengan Surat Sehat?  Saya jawab 22 nya,  saya langsung diberikan formulir yang diisi untuk membuat Surat Keterangan Sehat dan Surat Keterangan Bebas Narkoba.
Setelah mengisi formulir,  selanjutnya ke pembagian pembayaran,  untuk membayar biaya test sebesar 230rb (nanti rincian biaya lengkapnya saya uraikan di bagian akhir). Setelah mendapatkan bukti kuitansi pembayaran,  saya diukur tinggi dan berat badan serta tekanan darah.
Setelah itu, saya diarahkan menuju Lantai 3 Gedung Lama bagian instalasi laboratorium untuk pengambilan sampel urin.
Dari Lantai 7 Gedung Baru jalan ke arah kanan melewati lorong2 dan kamar inap sampai akhirnya ketemu lift untuk menuju ke Laboratorium nya yang berada di Lantai 3 Gedung Lama.
Sesampai di loket laboratorium, langsung taruh saja bukti  kwitansi pembayaran ke keranjangan kecil yang telah disediakan di dekat jendela loket, setelah itu menunggu sekitar 10 menit, petugas akan memberikan sebuah tabung untuk menampung urine dan selembar kertas dengan sticker nama dan nomor sesuai dengan tabung penampung urine.
Sedangkan untuk urinenya sendiri nggak usah sampai memenuhi tabung, sedikittt ajaaa,  yah minimal 15 cc. Setelah itu tabung urine tersebut di taruh di sebuah keranjang yang ukurannya diameternya sama dengan tabung yang letaknya dekat dengan keranjang tadi.
Nah,  untuk toilet nya ada di Lantai 3 Gedung Baru,  jadi saya harus jalan lagi melewati lorong untuk sampai di Toilet.
Setelah ambil sampel urin, akhirnya balik lagi melewati lorong menuju laboraturium yang ada di Gedung Baru.
Setelah itu menunggu selama kurang lebih 30 menit hingga hasilnya keluar,  dan saya ternyata memang positif.  Positif bukan pemakai (hahhaha),  lalu surat hasil nya itu disuruh di kembalikan lagi ke Lantai 7 Gedung Baru untuk bertemu dengan dokternya langsung untuk di tandatangani oleh dokternya
Disini ngantri lagi,  dan satu lagi penekanan nya ya,  nomor urut saat pendaftaran ga menjamin kita bakal dapet antrian segitu, karena yang terjadi sebenernya adalah cepet2an dan dulu2an.  Disini sempet nunggu lama,  kurang lebih hampir 1 jam saya nunggu. Karena emang masing2 orang ketemu langsung dengan dokternya selama kurang lebih 10-15 menit. Setelah bertemu dokternya, dan SKBN serta Surat Keterangan Sehat pun udah di tandatangani oleh dokternya, perjuangan masih terus berlanjut untuk melegasir kedua surat sakti tersebut.
Selanjutnya adalah memfotokopi surat tersebut masing2 5 rangkap untuk mendapatkan legalisirnya. Dan tempat fotokopi nya ada di lantai 1 tepatnya di kantin gedung baru. Dari Poli MCU di Lantai 7 gedung baru akhirnya turun melalui lift ke lantai 1 untuk menuju ke kantin. Saat sampai di tempat fotokopian, pengunjung hanya menaruh lembar berkas yang ingin difotokopi disebuah keranjang yang telah disediakan, selanjutnya disuruh menunggu, sampai abang fotokopinya memanggil nama (nama yang ada difotokopian).
Setelah selesai, ternyata legalisir surat2 nya harus di lantai 10 ruang manajemen. Dari tempat fotokopian lantai 1 gedung baru, langsung menuju lift gedung lama ke lantai 10.  Sesampainya dilantai 10, langsung disambut oleh security dan ditanyakan apa maksud dan tujuannya,  setelah mengutarakan maksud dan tujuan, saya langsung memberikan 5 rangkap SKBN dan surat keterangan sehat untuk di legalisir. Untuk legalisir surat2 ini tidak dipunggut biaya lagi. Kira2 menunggu waktu sekitar 10-15 menit untuk legalisir dan selesai lah perjuangan ini.  Dan setelah itu tepat pukul 10.00 WIB sudah selesai dan saya langsung pulang.

Begitulah kira2 yang bisa saya ceritakan mengenai pengalaman saya dalam membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Surat Keterangan Sehat di RSUD Budhi Asih.
Dan inilah penampakan Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Surat Keterangan Sehat yang dibuat di RSUD Budhi Asih
Dan ini penampakan kedua surat tersebut yang telah di legalisir masing2 5 rangkap
Oiya, ini yang terakhir saya ricikan semua biaya nya
Rincian Biaya Pembuatan SKBN 2018 di RSUD. Budhi Asih
1. Pendaftaran                         Rp.      15.000,00
2. Adminitrasi MCU              Rp.      10.000,00
3. SKBN                                   Rp.      20.000,00
4. Surat Keterangan Sehat  Rp.      20.000,00
5. Tes Laboraorium              Rp.    180.000,00 / 3 tes (Morfin, Amphethamine, Cannabis)
   Jumlah                            Rp.  245.000,00

keterangan 
Harga pertanggal 07 Juni 2018
Jumlah belum termasuk biaya fotokopi 5x dengan 3 rangkap sebesar Rp. 4000,00 jadi Total Semuanya Rp. 249.000,-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *